SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN

  • 2018-07-22 21:33:00
  • Oleh: diskarmat
  • Dibaca: 1774 Pengunjung
SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN

Proteksi Kebakaran adalah peralatan sistem perlindungan/pengamanan bangunan gedung dari kebakaran yang di pasang pada bangunan Gedung

Proteksi kebakaran  terdiri dari :

a. proteksi pasif; dan

b. proteksi aktif.

Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) adalah bagian dari manajemengedung untuk mewujudkan keselamatan penghuni bangunan gedung dari kebakaran dengan mengupayakan kesiapan instalasi proteksi kebakaran agar kinerjanya selalu baik dan siap pakai.

Sistem proteksi kebakaran yang secara lengkap terdiri atas sistem pendekatan kebakaran baik manual ataupun otomatis, sistem kebakaran berbasis air seperti springkler, pipa tegak dan selang kebakaran, serta sistem pemadam kebakaran

Sistem  proteksi aktif – meliputi kemampuan peralatan  dalam mendeteksi dan memadamkan kebakaran, pengendalian asap  dan sarana penyelamatan kebakaran bakaran, serta sistem pemadam kebakaran

Pasif

Kemampuan bangunan gedung  untuk melakukan  pengamanan terhadap bahaya kebakaran. Proteksi pasif  meliputi :

a. bahan bangunan gedung;

b. konstruksi bangunan gedung ;

c. kompartemenisasi dan pemisahan; dan

d. penutup pada bukaan

   

  

Proteksi pasif  meliputi :

a. bahan bangunan gedung;

b. konstruksi bangunan gedung ;

c. kompartemenisasi dan pemisahan; dan

d. penutup pada bukaan.

 

  • MKKG (Manajemen Keselamatan  Kebakaran Gedung)

 

RENCANA TINDAKAN KEADAAN DARURAT KEBAKARAN

  • Merupakan panduan praktis,sederhana dan mudah dimengerti.
  • Berisi tentang pembagian tanggung jawab yang jelas setiap satuan kerja baik perorangan maupun kelompok.
  • Menjelaskan ttg  siadi demen babi (siapa,apa,dimana,dengan apa,bagaimana, bilamana).
  • Personil yang direkrut merupakan personel terampil yang siap melakukan tugas dengan cepat, tepat dan selamat.
  • Mengantisipasi beberapa alternatif waktu kejadian misalnya pada jam kerja, diluar jam kerja dan kondisi lainnya.
  • Penentuan jalur evakuasi dan tempat berkumpul sementara.
  • Adanya daftar penghuni yang perlu mendapatkan perlakuan khusus, wanita hamil,manula,cacat fisik,penyakit jantung dll.
  • INSPEKSI ;
  • Inspeksi terhadap potensi sumber     kebakaran baik didalam/diluar gedung.
  • Inspeksi terhadap sarana proteksi kebakaran dan jalan keluar.
  • UJI COBA KINERJA PERALATAN ;
  • Daftar periksa (check list) sebagai   panduan.
  • Pencantuman label inspeksi.
  • Laporan / rekaman tertulis tentang hasil pemeriksaan.

SIMULASI KEBAKARAN DAN EVAKUASI PENGHUNI

  • SISTEMadalah perpaduan dari sesuatu yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan yang mempunyai tujuan tertentu .
  • EVAKUASI adalah upaya pemindahan penghuni dari suatu tempat / ruangan yang terancam bahaya ketempat yang aman .
  • SISTEM EVAKUASI KEBAKARANadalah upaya pemindahan dari tempat berbahaya ke tempat yang aman dengan mentaati ketentuan atau prosedur yang berlaku dari suatu tempat atau bangunan .

Penting untuk diketahui apakah ;

  • Seluruh penghuni telah mengetahui exit , Apar,hidran,tombol alarm dll.
  • Peran kebakaran dapat bekerja sesuai waktu yang direncanakan.
  • Penghuni dapat evakuasi dengan aman dan sesuai dengan prosedur.
  • Dilakuakan menimal 6 bulan sekali.
  • Dilakukan tanpa pemberitahuan min 1tahun sekali.
  • Diupayakan melibatkan semua shift kerja.
  • Skenario simulasi diusahakan mendekati kondisi sebenarnya.
  • Koordinasi dengan instansi terkait.

Prosedur Umum

Tipe alarm dan sistem pemberitahuan

     1.  Pecahkan kaca manual call point / break glass

     2.  Bunyi alarm akibat inisiasi detektor panas

2 (dua) sistem pemberitahuan

     a.  Alarm tahap I(be alert ! / siap-siap)

          1.   Dering bel alarm terus menerus

          2.   Aktivitas komunikasi baik lewat       telpon/ht/pager

          3.   Pengumuman lewat sistem komunikasi internal

     b.  Alarm tahap II(perintah evakuasi)

          1.   Lakukan prosedur evakuasi

          2.   Pergi menuju lokasi tempat berkumpul

          3.   Gunakan jalur evakuasi yang aman

Tindakan bagi setiap orang saat mendengar fire alarm

Bunyi alarm pertama

  1. Tetap tenang dan siap-siap meninggalkan gedung
  2. Hentikan semua pekerjaan
  3. Matikan peralatan dan cabut kabel power semua alat elektronik
  4. Tutup pintu dan jendela tapi jangan dikunci

Bunyi alarm kedua terus menerus

  1. Evakuasi keseluruhan diharuskan
  2. Ikuti petunjuk dari floor warden anda, harap tetap tenang
  3. Berjalanlah, jangan berlari, ke tangga eksit yang terdekat (jangan gunakan lift)
  4. Berjalan disisi tangga menuruni dan keluar gedung menuju muster point
  5. Bila nama anda disebut oleh floor warden, jawab segera untuk memastikan
  6. Jangan kembali ke gedung sebelum diperbolehkan oleh chief warden

Media


SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN 

  • 2018-07-22 21:33:00
  • Oleh: badungkab
  • Dibaca: 1774 Pengunjung